Homeroom

HOMEROOM “PSIKOLOGI SATU”

Komisi B adalah suatu komisi yang bergerak dalam aspirasi dan advokasi, menampung setiap apa yang menjadi keluhan mahasiswa fakultas pendidikan psikologi yang kemudian diperjuangkan kejajaran jurusan dan fakultas, dengan begitu diadakan acara homeroom yang bertujuan untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa yang didengarkan dan dicarikan solusinya. Kami DMF-PPsi sebagai jembatan yang menghantarkan aspirasi mereka dan berusaha untuk mendapat respon dari jajaran jurusan dan fakultas.

Suatu hal yang membanggakan ketika dekan kita mau untuk mendengarkan kita dari awal hingga akhir acara dan juga seluruh jajaran yang hadir. Semoga dengan pertemuan ini tidak akan muncul persepsi yang buruk diantara mahasiswa dana juga pihak jurusan maupun fakultas.

DSC03656

Kuliah Tamu 24 Februari 2017

Kuliah Tamu

Pada hari Jum’at 24 Februari 2017, FPPsi UM Mengadakan kuliah tamu dengan tema ” Dinamika Penanganan Pendidikan Inklusi  Untuk Anak Difabel” Oleh: RR. Nurul Saadah Andriani, S.H. (Direktur SAPDA Institution) bertempat di Aula FPPsi UM.

DSC03603

Kuliah Tamu 23 Februari 2017

Kuliah Tamu

Kuliah tamu dengan tema “Peran Psikologi Dalam Pembinaan Kesehatan Masyarakat” oleh Diana Setiyawati, Ph.D. (Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada) pada 23 Februari 2017, Jam 08.00 bertempat di Aula FPPsi.

DSC03636

 

DSC03610

PELANTIKAN BEM DAN DMF

Pelantikan BEM dan DMF FPPsi

Suatu kepemimpinan akan tergantikan jika masanya telah berakhir, dengan begitu muncullah kepemimpinan baru yang diharapkan bisa memperbaiki kekurangan dari masa sebelumnya. Yang beranggotakan 11 orang kami siap memimpin DMF-PPsi periode 2017. Kami adalah :

Ketua Umum   : Ady Alfan Khoiru Makhrus

Sekretaris        : Levy Indriana Dwi Ellisa

Bendahara       : Ekky Jorgian Indra Saputra

Komisi A        :

– Muhammad Arin Sa’ady

– Anzeli Lathifatul Karismaeni

Komisi B:

– Najway Azka Ar Robbaniy

– Benny Kurniawan

– Ajeng Fahri Nadia Putri

Komisi C:

– Dwi Juanda Mangun Redjo

– Sahupriadi

– Wildan Kautsar

 

Dengan visi dan misi yang kita usung adalah :

Visi

Memaksimalkan DMF sebagai pelaksana legislatif dan yudikatif yang aktif di FPPsi      

Misi

  1. Merancang dan merumuskan perundang-undangan yang adil dan bijaksana bagi ormawa FPPsi
  2. Menampung, mempertimbangkan, serta memperjuangkan aspirasi secara kredibel dan terbuka dari mahasiswa FPPsi
  3. Menjalankan fungsi koordinasi serta pengawasan yang aktif pada ormawa
  4. Menjalin hubungan harmonis antar DMF FPPsi dengan civitas akademika UM

BEMDMFcoba1

 

 

 

 

INTERAKSI SOSIAL DI GRIYA BACA MALANG

Griya Baca Malang lebih memfokuskan anak jalanan yang ada disekitar malang untuk dibina dan untuk meningkatkan semangat belajar serta menyalurkan bakat dan minatnya dibidang akademik maupun non-akademik. Selain itu, rentang umur anak Griya Baca berbeda-beda, mulai dari umur 5 tahun hingga 18 tahun dan dalam proses kegiatan Griya Baca sendiri dilaksanakan pada Hari Selasa, Sabtu, dan Minggu. Kegiatan dalam tiap harinya pun berbeda-beda, untuk Hari Selasa kegiatannya yaitu, mengaji, untuk Hari Sabtu digunakan belajar materi disekolah dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR), dan untuk Hari Minggu sendiri dilakukan kegiatan keterampilan seperti menari, bermain musik, dan origami. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota anak Griya Baca yang terdiri atas berbagai kalangan yang tidak mengenal usia. Terlihat juga dalam kegiatannya anak kecil saling mendengarkan pembicaraan orang yang jauh diatas umurnya dan sebaliknya. Selain itu, ketika dalam kegiatan volunteer kami, terlihat anak Griya Baca masih kurang berani dalam berkomunikasi, terbukti ketika diberikan suatu permainan (games) ataupun tantangan jarang ada yang ingin mengikuti dan mau menjalani tantangan tersebut. Selain itu, anak Griya Baca cenderung malu untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan.

Dalam kegiatan Volunteer yang dilakukan 4 kali pertemuan dengan anak Griya Baca. Dimana saat pertama kali ketika Volunteer memberikan informasi dan pertanyaan anak Griya Baca kurang berani dalam menjawab dan mengemukaan pendapatnya. Dengan beriringnya waktu, pihak volunteer melakukan pendekatan atau cara dengan memberikan suatu reward kepada anak Griya Baca yang berani berpendapat, bertanya, dan bercerita. Ketika ditawarkan dengan reward tersebut baru anak Griya Baca mulai mau dan berani untuk berinteraksi dengan berpendapat, bertanya, dan bercerita. Selain itu, pihak volunteer juga memberikan informasi kepada anak Griya Baca tentang manfaat apabila berani berbicara dan berinteraksi dengan sesama. Sehingga ketika anak Griya Baca mampu berinteraksi sosial dengan siapapun akan menjadikan pribadi yang tidak takut dan dapat saling memberikan ilmu kepada teman maupun orang lain.