Teori pembangkitan

Teori pembangkitan (arousal theory) banyak melakukan titik tekan kajiannya pada pengaruh pembangkitan (arousal) pada kinerja manusia. Teori ini menjelaskan bahwa secara umum kinerja individu dapat menjadi maksimal pada tingkat pembangkitan menengah. Sebaliknya, penurunan kinerja akan terjadi pada tingkat pembangkitan tingkat tinggi atau pada tingkat pembangkitan level rendah.

 

            Menurut hukum Yerkes dan Dodson (dalam Veitch & Arkkelin, 1995) hubungan tingkat pembangkitan dan kinerja berkaitan dengan pemberian tingkat kesulitan tugas untuk diselesaikan. Tingkat kesulitan tugas itu adalah tingkat kesulitan tugas yang terlalu rendah, sedang, dan terlalu tinggi. Individu cenderung berkinerja baik pada tugas dengan tingkat kesulitan menengah. Berlyne (dalam Veitch & Arkkelin) mengemukakan bahwa fenomena itu sesuai dengan hasil-hasil penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang cenderung selalu mencari tingkat rangsang yang bersifat menengah. Secara umum, teori ini mendukung pendapat teori ahli sejarah Arnold Toynbee bahwa suatu peradaban akan mengalami perkembangan pesat hanya pada lingkungan yang memberikan tantangan yang bersifat menengah.

 

Sumber:

Hanurawan, F. 2008. Psikologi Lingkungan. Malang: Universitas Negeri Malang.