Teori Kendala Perilaku

Teori ini memfokuskan studinya pada kendala-kendala yang dihadapi oleh organisme dalam berinteraksi dengan lignkungannya. Kendala-kendala itu dapat bersifat nyata maupun bersifat perseptual. Menurut Stokols pada tahun 1987 (dalam Veitch & Arkkelin, 1995) lingkungan dapat membatasi dan menghambat perilaku organisme yang menempati lingkungan itu. Sebagai contoh, suara bising yang berkesinambungan dapat menyebabkan terganggunya proses komunikasi timbal balik antar pengunjung di sebuah pasar besar Kota Malang. Teori ini sangat menekankan situasi tempat seseorang merasa kehilangan kontrol terhadap lingkungannya.

Contoh dari keadaan reaksi psikologis adalah dalam kepadatan lalu lintas di kota Jakarta yantg menyebabkan keterlambatan untuk sampai di tempat kerja, maka seorang karyawan mungkin dapat menciptakan strategi pemecahan masalah akibat kendala lalu lintas itu. Strategi pemecahan masalah sebagai suatu reaksi psikologis itu adalah melalui cara memilih jalan alternatif yang lebih lenggang atau memilih berangkat lebih pagi pada saat jalan masih sepi. Contoh lain adalah pada kondisi suhu ruang kerja yang panas maka seseorang kemudian memasang alat penyejuk udara atau kipas angin guna mengurangi suhu panas tersebut.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa pada situasi itu, seseorang memiliki persepsi bahwa ia telah kehilangan kontrol, berupaya mengantisipasinya, dan pada akhirnya menimbulkan reaksi psikologis. Apabila upaya-upaya yang telah dilakukan itu berulang kali mengalami kegagalan dan tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap keberhasilan berinteraksi dengan lingkungan, maka seseorang mulai memiliki keyakinan bahwa ia telah secara menetap kehilangan kontrol perilaku berkenaan dengan interaksi dengan lingkungannya. Keputusasaan ini secara evolusioner dapat menyebabkan terjadinya depresi klinis pada diri seseorang. Pada kasus-kasus yang ekstrim, apabila gejala-gejala seperti itu tidak ditangani secara cepat dan memadai maka dapat menyebabkan seseorang akan menderita penyakit-penyakit fisik dan berujung pada kematian.

 

 

Sumber:

Hanurawan, F. 2008. Psikologi Lingkungan. Malang: Universitas Negeri Malang.