Teori Beban Rangsang

Teori ini menjelaskan bahwa manusia memiliki kemampuan yang terbatas dalam melakukan pemprosesan terhadap informasi-informasi (rangsang) yang diterimanya. Dalam hal ini, menurut Cohen pada tahun 1978 (dalam Veitch & Arkkelin, 1995) apabila masukan-masukan informasi oleh seseorang dianggap telah melebihi kemampuan dirinya, maka ia akan cenderung mengabaikan masukan-masukan informasi yang dinilai tidak begitu penting dan lebih cenderung memusatkan perhatian pada masukan-masukan yang dinilai paling penting.

Contoh yang menggambarkan keadaan kognitif semacam itu adalah perilaku seorang pengemudi di jalan raya pada kondisi lalu lintas padat. Pada kondisi semacam itu seorang pengemudi mobil akan cenderung memusatkan perhatian perilakunya pada posisi mobil lain, truk, dan bus, ketimbang mendegarkan suara penyiar radio yang keluar dari radio mobil, kondisi cuaca hari itu, atau ia akan cenderung enggan diajak berbicara dengan penumpang mobilnya. Dalam situasi seperti itu, seorang pengemudi mobil tentu berpikir bahwa pemusatan perhatian semacam itu akan dapat menjamin keselamatan berkendaraan dalam menghadapi situasi lalu lintas yang sibuk dan padat.

 

 

Sumber:

Hanurawan, F. 2008. Psikologi Lingkungan. Malang: Universitas Negeri Malang.