Teori Tingkat Adaptasi

Teori ini memiliki asumsi bahwa tingkat rangsang menengah adalah tingkat yang dapat memaksimalkan perilaku. Tingkat rangsang yang berlebihan dan tingkat rangsang yang sangat sedikit ditengarai oleh para ahli psikologi lingkungan memiliki efek merugikan terhadap keadaan emosi dan perilaku seseorang. Tokoh-tokoh teori tingkat adaptasi ini adalah Helson dan Wohlwill (dalam Veitch & Arkkelin, 1995). Sementara sebagian besar ahli psikologi lingkungan menekankan kajiannya pada saling hubungan antara organisme dan lingkungan, teori tingkat adaptasi mengkaji secara spesifik pada 2 proses yang mewarnai hubungan itu, yaitu proses adaptasi (adaptation) dan penyesuaian diri (adjustment). Dalam kehidupan, organisme melakukan mekanisme adaptasi dan penyesuaian diri pada saat menghadapi rangsang lingkungan. Adaptasi adalah perubahan respon perilaku agar sesuai dengan keadaan lingkungan, sedang penyesuaian adalah perubahan lingkungan agar sesuai dengan perilaku. Contoh mekanisme adaptasi adalah sesorang memutuskan mengenakan baju tipis dalam ruang kantor yang bersuhu panas. Contoh penyesuaian diri adalah orang membuka semua jendela, pintu, atau menyalakan alat penyejuk agar suhu ruang kantor yang panas menjadi dalam keadaan sedang. Kedua mekanisme itu memiliki tujuan agar suatu lingkungan kembali dalam keadaan serba seimbang bagi keadaan dan perilaku manusia.

 

 

Sumber:

Hanurawan, F. 2008. Psikologi Lingkungan. Malang: Universitas Negeri Malang.