Rancangan interaksionisme simbolik

Rancangan interaksionisme simbolik menekankan penelitian pada makna yang tercakup dalam cara-cara manusia menggunakan dan menginterpretasikan pola-pola simbolik pada saat melakukan interaksi sosial (Persell, 1987). Pola-pola simbolik manusia meliputi bahasa oral, bahan tertulis, maupun bahasa non-verbal seperti bahasa tubuh dan cara berbusana (Wiseman, 1993). Secara historis, munculnya model interaksionisme simbolik bermula dari perspektif baru yang dikembangkan oleh para pakar psikologi sosial dan sosiologi madzhab Chicago. Perspektif itu dikembangkan dengan tujuan untuk memahami gejala-gejala simbolik dalam hidup sosial (Denzin, 1995).

 

 

Sumber:

Hanurawan, F. 2003. Psikologi Lingkungan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Hanurawan, F. 2010. Psikologi Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.