Psikologi motivasi

Psikologi motivasi adalah bidang psikologi yang melakukan studi tentang motivasi. Motivasi adalah proses internal dalam diri manusia yang mengarahkan terciptanya perilaku yang bertujuan. Motivasi dapat dilihat sebagai dorongan yang menggerakan terjadinya tindakan atau perilaku dalam berbagai bidang kehidupan manusia, seperti dalam belajar, bekerja, maupun berkompetisi olah raga. Terciptanya motivasi merupakan hasil dari proses interaksi kondisi internal dalam diri seseorang (kebutuhan-kebutuhan individu yang meminta untuk dipenuhi) dan tujuan eksternal yang menjadi sebab seseorang melaksanakan suatu tindakan. Dalam konteks ini, motivasi menjadi dasar yang kuat bagi segala daya upaya yang berjalan secara konsisten untuk mencapai suatu tujuan. Berdasar pengertian tentang motivasi maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman tentang motivasi dapat membantu masalah-masalah kemanusiaan, khususnya terkait metode untuk menggerakan seseorang melaksanakan suatu perilaku yang dapat mensejahterakan diri dan lingkungannya, seperti perilaku belajar siswa dalam lingkungan pendidikan untuk mencapai prestasi belajar yang optimum, perilaku bekerja karyawan dalam lingkungan kerja untuk mencapai prestasi kerja yang optimum, perilaku berkinerja atlit dalam sebuah kompetisi untuk mencapai prestasi olah raga yang optimum, dan perilaku beragama umat beragama dalam lingkungan komunitas beragama untuk mencapai tujuan-tujuan keagamaan.

Terdapat berbagai teori tentang motivasi. Salah satu teori motivasi yang banyak dirujuk oleh para ahli psikologi motivasi dan perilaku organisasi adalah teori motivasi Abraham Maslow. Dalam perspektif teori humanistik, Abraham Maslow pada tahun 1970an mengajukan teori hirarki motivasi yang dihubungkan dengan hirarki kebutuhan-kebutuhan dasar yang menuntut untuk dipenuhi. Hirarki kebutuhan Maslow disusun menurut wujud sebuah piramida. Dalam teori hirarki kebutuhan Maslow, kebutuhan sebelumnya harus dipenuhi sebelum mencapai tingkat kebutuhan-kebutuhan di atasnya. Upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu mewujudkan proses internal yang disebut dengan motivasi (Strickland, 2001). Piramida hirarki kebutuhan dan motivasi adalah sebagai berikut: kebutuhan fisiologis (makan dan minum; biologis), keamanan (safety), mencintai dan dicintai, dihargai (pengakuan), kognitif (pengetahuan) dan estetis (keindahan), dan aktualisasi potensi diri secara maksimal (Slavin, 2006). Catatan: kebutuhan fisiologis adalah yang paling rendah, sedang kebutuhan aktualisasi diri adalah yang paling tinggi dalam diri manusia. Ini berarti apabila seorang pendidik atau guru mengembangkan prestasi siswa maka mereka perlu melakukan analisis terhadap kebutuhan-kebutuhan utama yang ada pada diri siswa tersebut.

 

Sumber:

 

Hanurawan, F. 2015. Ilmu Psikologi Untuk Pemecahan Masalah-Masalah Kemanusiaan. Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Psikologi pada Fakultas Pendidikan Psikologi disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang. 10 Desember.