CERITA DIBALIK OLIMPIADE PSIKOLOGI 4

 

-Definisi Keluarga-

(Hazel – 2016)

wakil Fppsi untuk psychovoice

 

Siang itu ketika aku hendak latiahn voli, hp ku berbunyi dan ketika ku cek, ternyata aku diminta untuk menemui mbak Farah dzakiyah atau yg biasa di panggil mbak Faza. Ketika aku menemuinya dia berkata “zel kamu bisa ndak nggantiin aku buat olimpiade psikologi di jogja 2 minggu lagi? Kamu nggantiin aku beatbox, soalnya aku ngurusin psikovisit” dan saat itu juga aku langung bilang “iya mbak bisa” tanpa berfikir panjang, bahkan aku nggak tau siapa yg ikut, siapa yg bakal jadi temenku disana, dan kebetulan aku ikut olimpiade di cabang psychovoice, yauitu perlombaan cabang vocalgroup, dan untungnya lagi aku cukup kenal dengan Edwin dan Vincent, namun belum terlalu kenal dengan 3 anggota lainnya, Karen, Nabila dan kak Dipa.

2 minggu itu waktu yg singkat buat latian, kita belum menyipkan konsep sama sekali, kita bener bener dari nol, dan ngga ada pelatih. Jujur saja kuakui momen momen saat latian ini adalah momen yg paling membosankan, selain aku juga tidak terlalu paham di bidang music anggota anggotanya pun juga belum terlalu akrab. Namun mau bagaimana lagi kita sudah diberi amanah oleh bu Agustin, sudah didaftarkan juga.

Fakultas psikologi Universitas Negeri Malang mengikuti berbagai cabang lain juga selain psychovoice, ada psychofutsal, psychoscience, dan psychopreneur. Sebenarnya ada juga psychodebate, namun karena ada beberapa kendala akhirnya mereka nggak jadi berangkat. Setelah persiapan yang cukup matang, kami pun cukup percaya diri untuk ikut lomba. Kami berserta anggota rombongan berangkat dari malang hari rabu 25 oktober jam 8:30 pagi dan sampai di jogja sekitar jam 4 sore, jujur ini adalah pengalaman pertamaku naik kereta untuk perjalanan yang cukup jauh. Di hari pertama ini kami hanya mencoba untuk latian latian ringan saja, karena memang kami sudah cukup lelah saat di kereta.

Kamis 26 oktober, dimana itu hari kedua kamu di jogja, kami memulai latian lagi di pagi hari, kamu semua memulai lagi dengan percaya diri, namun mas shidqi atau biasa di sebut mas diqi, dia asdos bu indah, dia adalah mantan PSM atau paduan suara mahasiswa, memberi kami banyak kritik dan semua kritik itu membuat kamu berfikir ulang lagi untuk latihan lebih giat lagi dan lagi, dan untungnya mas diqi mau membantu untuk melatih kami. Malam harinya kami serombongan dari UM, pergi ke UIN Yogyakarta untuk menghadiri serangkaian acara Opening Ceremony.

Jumat 27 oktober, hari terakhir kami untuk latian, dimana besok adalah hari eksekusi latian kami, jujur hari ini aku sama sekali tidak bersemangat untuk latian karena memang sudah lelah dan bosan, aku bosan melihat ruang yang sama, kegiatan yang sama, dan suasana suasana yang sama. Untuk informasi juga, jadi penginapan kami jauh dari kota, sehingga butuh waktu yang luamayan lama untuk ke kota dan jalan jalan, jadi selama kami sampai di jogja hingga saat ini kami belom jalan jalan sama sekali, bahkan hanya untuk sekedar keluar dari penginapan, karena memang di samping penginapan ini hanya ada sawah dan bangunan bangunan industry, bahkan minimarket pun tidak ada. Sore jam 4 aku dan Vincent memenuhi panggilan panitia untuk datang ke Technical Meeting dan pengambilan nomor urut, kemudian dilanjutkan dengan checksound dengan personil lain yg datang menyusul. Kami dapat urutan nomor 5, dan ketika hendak checksound aku sangat grogi, karena suasana saat itu sangat ramai, dan ini adalah pertama kalinya aku ada dipanggung sebesar itu. Namun ketika sudah berada diatas panggung rasa grogi itu hilang dan justru berubah menjadi perasaan lega dan bahagia, aku merasa seperti “akhirnya aku disini juga, akhirnya latian kita ada ujungnya” justru Vincent dan ka Dipa yang aku pikir mereka sering tampil dan manggung di acara acara semacam ini malah terlihat grogi, apalgi ka Dipa. Setelah checksound pun kami kembali ke penginapan, kami istirahat untuk besok, karena kami harus pergi pagi pagi sekali

Sabtu 28 oktober adalah hari eksekusi kami, kami berangkat pagi sekali, dan kami datang paling pagi diantara peserta lain. Ka Dipa terlihat semakin gugup, Vincent pun juga begitu. Kami pun hanya bisa pasrah dengan apa yg kita perjuangkan sampai saat ini. Kami pun berdoa bersama ketika hendak naik panggung, jantungku berdegup kencang saat itu, tapi entah kenapa aku malah senyum senyum sendiri, bukannya gila, aku hanya bahagia dan puas atas usaha kami selama ini. Nomor 5 pun dipanggil, kami pun naik panggung, aku melihat ke depan panggung dan, waw.. mereka kesini untuk lihat kami, kami disini untuk UM aku makin semangat, ditambah lagi teman teman dari kontingen lain ikut menonton kami. Namun aku juga tidak bisa bohong, tetap ada rasa cemas ke teman teman Psychovoice, mereka terlihat sangat gugup, bahkan Ka Dipa sempat blank saat checksound, namun aku berusaha tenang dan melakukan semaksimal mungkin, kami begitu menikmati perfoirm kami, tidak ada kesalahan atau cacat sedikitpun, semua berjalan sesuai renaca dan lancer, kami pun cukup optimis, namun keoptimisan kami menurun ketika melihat peserta dari Universitas lain tampil, kuakui mereka sangat bagus dan rapi, dan mungkin porsi latian mereka lebih banyak disbanding kami.

Pengumuman dibacakan setelah semua telah tampil, saat itu aku hanya pasrah dan tidak mengharap kemenangan, dan benar saja kami tidak masuk dalam 3 besar, juara satu dimenangkan oleh UBAYA kedua oleh Universitas SanataDharma dan ketiga oleh UGM, sementara kami? Kami di posisi 9 dari 15 peserta. Tapi akui tidak kecewa,aku senang, yg ku cari bukanlah juara, namun pengalaman dan yang lebih bahagianya lagi aku mendapat teman yg sangat menyenangkan, aku jadi tau karakter mereka masing masing. Hari ini pun kami tutup dengan jalan jalan ke Jogja City Mall, hanya sekedar jalan jalan saja, kami hanya ingin refreshing. Sepulangnya dari JCM teman teman pun lekas tidur, karena bu Agustin mengajak kami ke kawah dieng dan berangkat pukul 1 dini hari. Awalnya aku ingin tidur, namun ketika aku ke dapur dan melihat Nabila di dapur tidak bisa tidur, akhirnya ku putuskan untuk menemani, karena bosan aku memanggil Edwin dan Vincent yg kebetulan belum tidur untuk kita menyanyi bersama hingga jam 1 pagi. Kami benar benar merasa hidup saat itu, kami menyanyi secara bebas. Aku belum pernah melihat Nabila se lepas ini sebelumnya, dia terlihat bahagia.

29 oktober pagi jam 1 kami berangkat ke kawah dieng, perjalanan sekitar 4 jam, aku dan kawan kawan yang tidak tidur semalam, memutuskan untuk tidur di bis. Sesampainya di sana terlihat wajah teman teman masih mengantuk, apalagi Edwin.disana sangat dingin, suhu disana menccapai 18 derajat celcius. Kami pergi ke candi arjuna kawah dieng dan danau. Aku cukup menikmati perjalananku kejogja kali ini, kalau ada waktu aku ingin pergi lagi bersama mereka, setelah dari dieng, kamu pulang ke penginapan untuk packing dan siap siap untuk pulang ke malang, kami berangkat pukul 9:30 malam dari jogja, kemudian sampai dengan selamat di malang pukul 4 pagi. Aku senang karena tak hanya dapat pengalaman, aku juga mendapatkan sahabat sahabat baru, Edwin si gendut penyanyi yang selalu riang, Vincent si aneh yang selalu ngomongin cewek, Mas Diqi si asdos yang kelihatan galak dapahal aneh juga, Nabila si pendiem dan polos, Karen si hyperactive, dan Ka Dipa si polos yang nggak polos polos banget. Aku merasakan kekeluargaan ketika bersama mereka, kami berjuang bersama, merakit semuanya dari nol, melewati susah senang bersama. Seperti yang kubilang tadi, klo ada waktu aku ingin pergi lagi sama mereka, difinisi keluarga.